Dipegang pembalap top…Nakamoto tetap
yakin versi production terbuka mengalahkan prototype bike ketika race.
Alasannya simpel….secara kapasitas bensin….pihak Dorna memberikan
keleluasaan lebih pada versi production yang mencapai 24liter. Coba
bandingkan versi prototype yang hanya 20 liter. Kenapa?. Sebab ketika
race…motor prototype ternyata tidak bisa full power seperti saat
kualifikasi akibat keterbatasan bensin….
“Ketika kualifikasi…..mesin prototype
dalam kondisi power penuh. Tapi ketika race kita tidak bisa gunakan
potensi power secara maksimal karena bensin hanya 20 liter. Jadi….dengan
24 liter, gap antara versi production dan prototype bakal tipis (saat
race). Aku tidak ragu ditangan rider top…..motor production version bisa
masuk 6 besar. Jika Casey yang nunggang mungkin doi akan menang
diPhillip Island” canda bos HRC…
Seperti yang kita tahu….komsumsi bahan
bakar ketika race sangat riskan khususnya Qatar, Silverstone serta
Motegi. Tiap tim dituntut mampu melakukan balancing antara power serta
komsumsi BBM. Ora lucu to kangbro….ngacir duluan tiba-tiba kurang 2 atau
3 lap motor mogok kehabisan bensin. So….lewat 4 liter lebih banyak,
muntahan power versi production bike bisa mendekati prototype bike
dibeberapa sirkuit yang disebutkan. Itulah yang dimaksud Shuhei
Namakoto…..
Last….Gresini dipastikan sudah
memesan new Honda RCV1000R untuk membalap tahun depan. Menggandeng Scott
Redding…..Fausto berharap dengan tambahan bensin 4 liter plus ban soft
tire khusus dari Bridgestone bisa membuat gebrakan signifikan performa
tanpa membebani cost. Power optimal…biaya ditekan. Top tenan to
Tidak ada komentar:
Posting Komentar